Senin, 28 September 2015

Biarlah kami Yag bicara.. By Kang Ihya Bae

Latar Belakang :

 

Bayangan bahwa desa sebagai tempat berkecimpun masyarakat yang selalu diartikan sebagai masyarakat udik, miskin, tidak maju, kolot dan semua yang minus, sudah saatnya kita hapus dari pikiran masyarakat Indonesia. Mengapa petani di Amerika, Di Australia tidak lagi dipersepsikan sebagaimana petani di Indonesia. Oleh karena Petani di Amerika, atau di Australia adalah petani-petani yang kaya, bahkan pendapatan mereka jauh melebihi pendapatan dari para professional yang lain.

Untuk mengubah pandangan kita terhadap masyarakat pedesaan, masyarkat petani dan nelayan, kita perlu merubah kehidupan mereka, yaitu dengan pendekatan pembangunan ekonomi yang dimulai dari desa.

Para nelayan di Philipin, khususnya di General Santos, adalah para nelayan yang kaya raya. Hal ini dikarenakan pemerintah Philipin sekitar thn 1990 han, telah memberikan perhatian kepada kaum nelayan, dengan memberikan bantuan pendanaan usaha perikanan dan pertanian di daerah tersebut. Sehingga usaha perikanan dan pertanian di General Santos telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Bahkan mereka telah meraup keuntungan besar dengan melakukan penangkapan Ikan di perairan Indonesia. Sementara masyarakat nelayan kita masih jauh tertinggal, karena alat penangkapan serta sarana pendukung dan pengetahuan dan skill penangkapan yang jauh tertinggal dibanding dengan nelayan Philipina.  Kalau kita berlayar dari Kabupaten Talaud dan Kabupaten Sangihe ke General Santor hanya ditempu dalam waktu 12 jam, atau 1 jam ditempu dengan penerbangan dari Manado. Tetapi akan tampak perbedaan yang begitu menonjol pembangunan di Kota Dafao dan General Santos disbanding dengan Kota Manado, apalagi pembangunan di kabupaten Talaud dan Sangir yang bertetangga dengan Dafao dan General Santos. Sumber pendapatan masyarakat di kedua wilayah perbatasan tersebut sesungguhnya sama, yaitu dari Perikanan dan Pertanian. Namun kehidupan ekonomi di dua wilayah yang berdekatan ini sangat jauh berbeda.

Ini hanya salah satu contoh saja namun dapat menunjukan kepada kita betapa kehidupan masyarakat petani dan nelayan di penghujung Indonesia dan penghujung Philipin terlihat begitu berbeda. Pemerintah perlu mencari suatu pendekatan yang tepat dan dituangkan dalam sebuah konsep yang mampu menumbukan perekenomian masyarakat di pedesaan. Pendekatan pembangunan ekonomi yang mualai dari pedesaan, dengan memadukan budaya masyarakat yang ada dipedesaan, kebiasaan-kebiasaan yang baik, yang perlu kita kemas kembali dipadukan dengan konsep ekonomi yang mudah dipahami oleh masyarakat. System Gotong Royong sebagai akar buOleh kadaya yang sudah lama ada ditengan masyarakat perlu kita hidupkan dan gairahkan kembali sebagai penunjang dan pendorong kemajuan di pedesaan, dipadukan dengan system management yang lebih baik. Karena itu maka sangat disyukuri kalau pada pemerintahan Pak Jokowi dan Pak Yusuf Kala saat ini telah menaruh perhatian secara khusus bagi masyarakat di pedesaan, dengan dibentuknya suatu kementrian yang khusus menangani masalah pedesaan ini. Suatu department yang secara khusus untuk memulaikan pembangunan masyarakat di pedesaan. Diharapkan bahwa dalam kurun waktu 10 tahun ke depan, wajah pedesaan terutama di daerah terluar Indonesia akan menampakan suatu perubahan besar, dan tidak akan tertinggal dari Negara tetangga. Sehingga tidak ada lagi permasalahan warga yang memiliki KTP ganda, atau terjadi suatu Eksodus yang besar pada masyarakat di perbatasan.

Pembangunan ekonomi di pedesaan hendaknya dicarikan suatu model dan pendekatan yang cocok   dengan situasi dan kondisi masyarakat di Pedesaan.   Berkaca dari beberapa pendekatan yang pernah dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya, dimana masyarakat diberikan dana tanpa suatu pendampingan, yang pada akhirnya dana tersebut disalah gunakan, atau salah kelola, sehingga masyarakat tidak dapat mengembalikan dana tersebut, dan menimbulkan kerugian besar bagi Negara. Tidak sedikit masyarakat, bahkan pejabat yang harus berurusan dengan penegak hukum oleh karena masalah penyaluran dana bantuan kepada masyarakat. Tentu hal ini perlu diantisipasi, mengingat masyarakat pedesaan belum berpengalaman dalam mengelola keuangan, dan belum mahir dalam mengelola usaha, bahkan tidak tau memilih mana usaha yang cocok untuk mereka kelola. Faktor lain, masyarakat kita cenderung malas, dan tidak punya kreatifitas dan jiwa interpereneur yang tinggi, belum lagi tanggung jawab untuk melunasi kredit atau pinjaman masih sangat rendah. Menghadapi masyarakat dengan budaya yang demikian maka pemerintah perlu memikirkan suatu pendekatan yang sesuai sehingga program pembangunan ekonomi pedesaan tersebut tidak lagi mengalami kegagalan, dan menyisahkan persoalan pada masyarakat dan pemerintah di daerah. Jangan nanti banyak Kepala Desa yang berurusan dengan aparat penegak hukum, oleh karena melakukan penyimpangan atau malah dikarenakan ketidak tahuan dalam mengelola dan menyalurkan dana tersebut.

Program pembangunan ekonomi Pedesaan harus dilakukan, namun tetap memperhatikan faktor keamanan dana, serta menghindari kekeliruan dalam mengelola dana tersebut.

Mengingat bahwa SDM di pedesaan masih kurang siap dalam mengeksekusi program pembangunan ekonomi di pedesaan tersebut, maka perlulah dilakukan pendampingan dari kaum professional yang sudah terlatih atau sudah dibekali dengan pengetahuan managerial dan pengelolaan usaha, serta memahami akan program tersebut.

Koperasi adalah pilihan yang paling sesuai untuk menjalankan progam tersebut, sambil lambat laun para anggota koperasi akan belajar cara mengelola usaha, sehingga diharapkan meeka menjadi mandiri, dan dapat menimba banyak pengalaman dari para konsultan, dan juga dari koperasi tersebut. Saya berkeyakinan dengan dijalankannya program pembangunan ekonomi pedesaan ini, maka suatu saat wajah desa akan tidak lagi seperti saat ini, malahan masyarakat akan tidak lagi berpikir untuk berkecimpung di kota metropolitan untuk mengaduhkan nasibnya. Kata Desa, Masyarakat Desa, tidak lagi akan dikonotasikan sebagai ketertinggalan, kolot, atau miskin. Tapi warga desa akan menjadi kebanggaan, karena banyak milyarder baru yang akan muncul dari pedesaan. Petani kaya, Nelayan kaya akan bermunculan dikemudian hari. Pengaruh lain dari program tersebut adalah, pemerintah dapat memerangi pengangguran, kriminalitas di pedesaan, angka kriminalitas diharapkan bisa  turun, kesejahteraan masyarakat akan meningkat.

Tidak ada komentar: