Latar Belakang :
Bayangan
bahwa desa sebagai tempat berkecimpun masyarakat yang selalu diartikan
sebagai masyarakat udik, miskin, tidak maju, kolot dan semua yang minus,
sudah saatnya kita hapus dari pikiran masyarakat Indonesia. Mengapa
petani di Amerika, Di Australia tidak lagi dipersepsikan sebagaimana
petani di Indonesia. Oleh karena Petani di Amerika, atau di Australia
adalah petani-petani yang kaya, bahkan pendapatan mereka jauh melebihi
pendapatan dari para professional yang lain.
Untuk
mengubah pandangan kita terhadap masyarakat pedesaan, masyarkat petani
dan nelayan, kita perlu merubah kehidupan mereka, yaitu dengan
pendekatan pembangunan ekonomi yang dimulai dari desa.
Para
nelayan di Philipin, khususnya di General Santos, adalah para nelayan
yang kaya raya. Hal ini dikarenakan pemerintah Philipin sekitar thn 1990
han, telah memberikan perhatian kepada kaum nelayan, dengan memberikan
bantuan pendanaan usaha perikanan dan pertanian di daerah tersebut.
Sehingga usaha perikanan dan pertanian di General Santos telah mengalami
kemajuan yang sangat pesat. Bahkan mereka telah meraup keuntungan besar
dengan melakukan penangkapan Ikan di perairan Indonesia. Sementara
masyarakat nelayan kita masih jauh tertinggal, karena alat penangkapan
serta sarana pendukung dan pengetahuan dan skill penangkapan yang jauh
tertinggal dibanding dengan nelayan Philipina. Kalau kita berlayar dari
Kabupaten Talaud dan Kabupaten Sangihe ke General Santor hanya ditempu
dalam waktu 12 jam, atau 1 jam ditempu dengan penerbangan dari Manado.
Tetapi akan tampak perbedaan yang begitu menonjol pembangunan di Kota
Dafao dan General Santos disbanding dengan Kota Manado, apalagi
pembangunan di kabupaten Talaud dan Sangir yang bertetangga dengan Dafao
dan General Santos. Sumber pendapatan masyarakat di kedua wilayah
perbatasan tersebut sesungguhnya sama, yaitu dari Perikanan dan
Pertanian. Namun kehidupan ekonomi di dua wilayah yang berdekatan ini
sangat jauh berbeda.
Ini hanya salah satu contoh
saja namun dapat menunjukan kepada kita betapa kehidupan masyarakat
petani dan nelayan di penghujung Indonesia dan penghujung Philipin
terlihat begitu berbeda. Pemerintah perlu mencari suatu pendekatan yang
tepat dan dituangkan dalam sebuah konsep yang mampu menumbukan
perekenomian masyarakat di pedesaan. Pendekatan pembangunan ekonomi yang
mualai dari pedesaan, dengan memadukan budaya masyarakat yang ada
dipedesaan, kebiasaan-kebiasaan yang baik, yang perlu kita kemas kembali
dipadukan dengan konsep ekonomi yang mudah dipahami oleh masyarakat.
System Gotong Royong sebagai akar buOleh
kadaya yang sudah lama ada ditengan masyarakat perlu kita hidupkan dan
gairahkan kembali sebagai penunjang dan pendorong kemajuan di pedesaan,
dipadukan dengan system management yang lebih baik. Karena itu maka
sangat disyukuri kalau pada pemerintahan Pak Jokowi dan Pak Yusuf Kala
saat ini telah menaruh perhatian secara khusus bagi masyarakat di
pedesaan, dengan dibentuknya suatu kementrian yang khusus menangani
masalah pedesaan ini. Suatu department yang secara khusus untuk
memulaikan pembangunan masyarakat di pedesaan. Diharapkan bahwa dalam
kurun waktu 10 tahun ke depan, wajah pedesaan terutama di daerah terluar
Indonesia akan menampakan suatu perubahan besar, dan tidak akan
tertinggal dari Negara tetangga. Sehingga tidak ada lagi permasalahan
warga yang memiliki KTP ganda, atau terjadi suatu Eksodus yang besar
pada masyarakat di perbatasan.
Pembangunan ekonomi
di pedesaan hendaknya dicarikan suatu model dan pendekatan yang cocok
dengan situasi dan kondisi masyarakat di Pedesaan. Berkaca dari
beberapa pendekatan yang pernah dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya,
dimana masyarakat diberikan dana tanpa suatu pendampingan, yang pada
akhirnya dana tersebut disalah gunakan, atau salah kelola, sehingga
masyarakat tidak dapat mengembalikan dana tersebut, dan menimbulkan
kerugian besar bagi Negara. Tidak sedikit masyarakat, bahkan pejabat
yang harus berurusan dengan penegak hukum oleh karena masalah penyaluran
dana bantuan kepada masyarakat. Tentu hal ini perlu diantisipasi,
mengingat masyarakat pedesaan belum berpengalaman dalam mengelola
keuangan, dan belum mahir dalam mengelola usaha, bahkan tidak tau
memilih mana usaha yang cocok untuk mereka kelola. Faktor lain,
masyarakat kita cenderung malas, dan tidak punya kreatifitas dan jiwa
interpereneur yang tinggi, belum lagi tanggung jawab untuk melunasi
kredit atau pinjaman masih sangat rendah. Menghadapi masyarakat dengan
budaya yang demikian maka pemerintah perlu memikirkan suatu pendekatan
yang sesuai sehingga program pembangunan ekonomi pedesaan tersebut tidak
lagi mengalami kegagalan, dan menyisahkan persoalan pada masyarakat dan
pemerintah di daerah. Jangan nanti banyak Kepala Desa yang berurusan
dengan aparat penegak hukum, oleh karena melakukan penyimpangan atau
malah dikarenakan ketidak tahuan dalam mengelola dan menyalurkan dana
tersebut.
Program pembangunan ekonomi Pedesaan
harus dilakukan, namun tetap memperhatikan faktor keamanan dana, serta
menghindari kekeliruan dalam mengelola dana tersebut.
Mengingat
bahwa SDM di pedesaan masih kurang siap dalam mengeksekusi program
pembangunan ekonomi di pedesaan tersebut, maka perlulah dilakukan
pendampingan dari kaum professional yang sudah terlatih atau sudah
dibekali dengan pengetahuan managerial dan pengelolaan usaha, serta
memahami akan program tersebut.
Koperasi adalah
pilihan yang paling sesuai untuk menjalankan progam tersebut, sambil
lambat laun para anggota koperasi akan belajar cara mengelola usaha,
sehingga diharapkan meeka menjadi mandiri, dan dapat menimba banyak
pengalaman dari para konsultan, dan juga dari koperasi tersebut. Saya
berkeyakinan dengan dijalankannya program pembangunan ekonomi pedesaan
ini, maka suatu saat wajah desa akan tidak lagi seperti saat ini,
malahan masyarakat akan tidak lagi berpikir untuk berkecimpung di kota
metropolitan untuk mengaduhkan nasibnya. Kata Desa, Masyarakat Desa,
tidak lagi akan dikonotasikan sebagai ketertinggalan, kolot, atau
miskin. Tapi warga desa akan menjadi kebanggaan, karena banyak milyarder
baru yang akan muncul dari pedesaan. Petani kaya, Nelayan kaya akan
bermunculan dikemudian hari. Pengaruh lain dari program tersebut adalah,
pemerintah dapat memerangi pengangguran, kriminalitas di pedesaan,
angka kriminalitas diharapkan bisa turun, kesejahteraan masyarakat akan
meningkat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar