Sabtu, 17 Oktober 2015

Cerpen Cinta "Ketika Cinta Berakhir Duka"



Alkisah Sofi punya pacar, Namanya Reza. Sofi sudah lama berteman dengan Reza, tahun lalu, ketika mereka pergi ke perjalanan wisata sekolah. Sofi  mulai menyadari kalau ia jatuh cinta sama Reza. Sebelum Perjalanan itu berakhir, sofi mengambil langkah untuk menyatakan cintanya pada Reza. Dan Reza pun mau menerimanya, mereka pun menjadi sepasang kekasih , tapi cara mereka saling mencintai sedikit berbeda . Sofi selalu berkonsentrasi pada diri Reza dan sangat mencintai pribadinya, tetapi disisi lain, Reza tak pernah menganggap Sofi ada. Bagi Sofi,  Reza adalah satu-satunya pria yang ia cintai , tapi buat Reza, mungkin Sofi sebagai pacar cadangan saja.
 " Reza, apakah kamu ingin pergi menonton film ?" Tanya Sofi.

" Saya tidak bisa" jawab Reza

" Kenapa, apa kamu sibuk ?" Sofi dengan perasaan kecewa.

"Tidak ... aku akan bertemu seorang teman" Jawab Reza.
Reza selalu seperti itu . Reza sering bertemu gadis di depan mata Sofi, seperti menganggap Sofi tidak ada. Baginya, Sofi hanya pacar simpanannya saja.
"Kata 'Cinta' hanya keluar dari mulutku . Sejak aku mengenalnya , aku tidak pernah mendengar dia mengatakan 'Aku Mencintaimu' terhadapku. Dia tidak pernah mengatakan apa-apa dari hari pertama kita pacaran. Setiap hari, dia hanya memberikan Aku sebuah boneka, setiap hari. Aku tidak tahu mengapa?" Sofi dengan penuh tanya dalam hatinya.Kemudian suatu hari ...

Sofi : "emm.. Reza , aku.."

Reza : "Apa?"

Sofi : "Aku mencintaimu."

Reza: (hanya memberikan sebuah boneka lalu pulang).
Itulah bagaimana Reza mengabaikan Sofi. tak ada sepatah katapun dan Reza hanya memberikan boneka itu. Kemudian ia pergi, seperti sedang menghindar. Sofi menerima boneka dari Reza hampir setiap hari, hingga ruangan kamar Sofi penuh dengan boneka pemberian Reza.


Lalu suatu hari, datang tanggal 15 yang artinya itu hari ulang tahun Sofi. Ketika Sofi bangun di pagi hari, Sofi selalu membayangkan merayakan ulang tahunnya berdua bersama Reza ditaman penuh bunga-bunga. Sofi pun menunggu Reza untuk menelponnya. Tapi ... siang berlalu, malam berlalu. dan langit pun sudah gelap. Reza belum juga menelpon Sofi, hingga Sofi tertidur. Kemudian sekitar jam 2 pagi hari, tiba-tiba Reza menelepon Sofi hingga terbangun. Dia menyuruh Sofi untuk keluar rumah. Dan Sofi pun menyambutnya dengan suka cita, Sofi terus membayangkan hal indah yang selalu dia bayangkan.

Sofi: " Reza..?"

Reza : "Disini ... ambil ini "Sekali lagi , dia memberikan sofi sebuah boneka kecil.

Sofi : "Apa ini?"

Reza: "Kemarin Aku lupa memberikannya sama kamu , jadi Aku memberikannya sekarang. Aku akan pulang sekarang, bye.."

Sofi: "Tunggu, tunggu ! Apakah Kamu tahu hari apa ini?"

Reza : "Hari ini? Aku tidak tahu"
Sofi  merasa sangat sedih , Sofi pikir Reza akan ingat hari ulang tahunnya. Reza pun berbalik dan pergi seperti tidak ada yang terjadi. Lalu Sofi berteriak: "Tunggu ... !!"

Reza : "Apa kamu ingin mengatakan sesuatu?"

Sofi: "Katakan padaku , katakan padaku kau mencintaiku."

Reza : "Apa? !"

Sofi : "Katakan!" (Sofi sambil memeluk Reza dari belakang).
berharap, Reza bisa mengatakan bahwa dia mencintai Sofi. Tapi kenyataanya Reza hanya bicara dingin. "Aku tidak ingin mengatakan itu, jika kamu kecewa mendengarnya, silahkan mencari penggantiku" Lalu Reza pergi. mendengar itu Sofi menangis dan terjatuh ke tanah. "mengapa Reza tidak bisa mengatakan Cinta padaku, Bagaimana dia bisa? Aku merasa bahwa Mungkin dia bukan pria yang tepat untukku." tangis Sofi.

Setelah hari itu, Sofi diam sendiri di rumah sambil menangis, hanya menangis. tetapi Reza tetap saja tak bisa mengatakan cinta terhadap sofi. Reza hanya terus memberikan boneka kecil setiap pagi dan meletakkannya di luar rumah Sofi. Hingga boneka-boneka itu menumpuk di kamar Sofi.

Setelah satu bulan berlalu, Sofi  mulai bersekolah lagi. Tapi apa yang dilihat Sofi sungguh menyakitkan, Sofi  melihat Reza jalan dengan gadis lain, Sofi langsung berlari dan kembali ke rumah dan melihat boneka-boneka itu di kamarnya, sambil menangis sofi berkata "Kenapa dia memberikan boneka-boneka ini kepadaku, Apa Boneka-boneka diberikan juga dengan gadis lain?" dalam kemarahannya Sofi  melempari boneka itu. Lalu tiba-tiba, telepon berdering, yang ternyata Reza.  Reza menyuruh Sofi untuk datang ke halte bus di luar rumah sofi. Sofi mencoba menenangkan diri dan pergi ke halte bus. Sofi terus berjanji dalam hati bahwa ia akan melupakan Reza, dan meminta putus. Lalu Reza datang ke hadapan Sofi, sambil memegang sebuah boneka besar.



Reza : "Sofi , Aku pikir Kamu marah, Tapi kamu benar-benar datang" (sambil menyodorkan boneka besar)

Sofi: "Aku tidak membutuhkannya."

Reza : "kenapa?"

Lalu Sofi mengambil boneka itu dari tangannya dan melemparnya di jalan.

Sofi  : "Aku tidak butuh boneka ini , aku tidak membutuhkannya lagi ! Aku tidak ingin melihat orang seperti kamu lagi!".

Tapi tidak seperti hari-hari lain , suara Reza sangat gemetaran. "Maafkan aku.” Reza meminta maaf dengan suara kecil. Lalu Reza berusaha mengambil boneka itu di jalan.

Sofi : "Kamu bodoh! Mengapa kamu mengambil boneka itu? !"

Tapi Reza mengabaikan Sofi dan mengambil boneka itu . Lalu ..."Peeep.... Peeep...!!!" Dengan klakson keras, sebuah truk besar sedang menuju ke arah Reza.

" Reza! Pergi ! Menjauh ! " Teriak Sofi.

Tapi Reza tidak mendengarkan Sofi,  Reza berjongkok dan mengambil boneka itu . " Boom ! " Suara itu , begitu mengerikan . Itulah bagaimana Reza pergi meninggalkan Sofi. Itulah bagaimana Reza pergi tanpa membuka matanya untuk mengatakan satu kata cinta kepada Sofi.

Setelah hari itu , Sofi harus menjalani kehidupan dengan sendiri diselimuti kesedihan yang begitu mendalam Dan setelah menghabiskan dua bulan seperti orang gila, Sofi  mengambil salah satu boneka yang pernah diberikan Reza. "Hanya Boneka-boneka ini kenangan saya dengan kamu, Aku ingat hari-hari aku menghabiskan waktu bersama dia, ketika kita sedang jatuh cinta" kacau Sofi seperti orang gila.

" Satu ... dua ... tiga ... " Sofi mulai menghitung boneka." Empat ratus delapan puluh lima buah boneka " Itu semua berakhir dengan 485 boneka . Sofi kemudian mulai menangis lagi, dengan boneka dalam pelukannya, Sofi memeluk erat-erat boneka itu, lalu tiba-tiba ... " Aku mencintaimu ~ , aku mencintaimu ~ " Sofi terkejut, lalu menjatuhkan boneka itu,Lalu Sofi  mengambil bonekanya kembali dan menekan perutnya ." Aku mencintaimu ~ Aku mencintaimu ~ "

" Aku mencintaimu ~ "" Aku mencintaimu ~ "" Aku mencintaimu ~ " Kata-kata keluar dari boneka itu tanpa henti. Aku ... mencintaimu ... " Mengapa aku tidak menyadari kalau hatinya selalu di sampingku , melindungiku. Mengapa aku tidak menyadari bahwa dia mencintaiku sebanyak ini ?"

kemudian Sofi  mengambil boneka di bawah tempat tidur dan menekan perutnya, itu adalah boneka terakhir, salah satu yang jatuh di jalan, dengan noda darah di atasnya. dan Suara yang keluar dari boneka besar itu.

" Sofi... Apakah kamu tahu apa hari ini ? Kita sudah saling mencintai selama 486 hari . Apakah kamu tahu apa yang 486 ? Aku tidak bisa mengatakan aku mencintaimu .. karena aku terlalu malu ... Jika kamu memaafkan Aku dan mengambil boneka ini , aku akan mengatakan bahwa aku mencintaimu ... setiap hari ... sampai aku mati ... Sofi ... I love you ... "

Air mata datang mengalir keluar dari ke dua mata Sofi. "Kenapa? Kenapa? Aku bertanya Tuhan , mengapa saya baru mengetahui semua ini sekarang? Dia tidak bisa berada di sisiku , tapi dia mencintaiku sampai menit terakhir nya ..." Sofi  dengan penuh tangis


_Tamat_


Kadang cinta memang tak pernah bisa dimengerti, seperti cinta di atas. teruslah berbaik sangka terhadap pasanganmu, dan tanyakan untuk memastikannya.  Agar kamu tau bagaimana cara pasanganmu memainkan peran cintanya

15 september 2015
Ihya ulumuddin QS

Tidak ada komentar: